Gowes
Manjah ke "Taman Wisata Galaksi Tempurejo”
Gowes manjah Taman Gading itulah nama grup yang tiba-tiba muncul dan sering kali disebut oleh anggota dan tetangga-tetanggaku. Maklum anggotanya tetangga sekitar rumahku hampir semuanya ikut gowes. Ada ibu-ibu, tante-tante, adik-adik tak ketinggalan juga kakung dan uti. Olahraga dan refreshing adalah tujuan utama kami. Seminggu sekali kami berkeliling kota terkadang menyusuri jalan yang belum pernah dilalui untuk mendapat pengalaman dan momen baru.
Tring-tring,... kring-kring,...
kloneng-kloneng,-----
Bel sepeda berbunyi menandakan kami siap berangkat. Kali ini minggu, 25 Oktober 2020 tepat jam 05.15 WIB kami berangkat dengan tujuan menyusuri jalan perkebunan karet menuju taman wisata galaksi. Terpancar semangat dan keceriaan pada seluruh peserta terlihat dari senyum, perlengkapan serta bawaan mereka seperti helm, berbagai macam topi, kacamata, tak lupa tripod untuk poto-poto.
Si kecil mengendarai sepeda BMX ada juga minion demikian juga kebanyakan ibu-ibu dan tante-tante menggunakan minion. Minion adalah sebutan sepeda mini lama yang direstorasi dengan peralatan yang baru temasuk diberikan derailleur/operan. Ada juga yang menggunakan sepeda onthel dan sepeda tandem (dua sepeda mini yang digandeng menjadi satu). Uti seperti biasa menggunakan sepeda seli.
Seiring dengan beberapa pejalan kaki dan pedagang nasi pecel yang mulai ramai dikelilingi pembeli kami berangkat. Jalanan serasa sepi, hening dan sejuknya udara pagi telah membelai seluruh jiwa dan ragaku, membawaku hanyut dalam buaian alam. Suasana yang indah kanan kiri dikelilingi pepohonan rindang dan sesekali persawahan bak surga dunia terhampar luas nan jauh disana, sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan. Udara bersih memenuhi paru-paru membawa kedamaian dan kejernihan hati serasa lengkaplah nikmat dunia ini “maka nikmat Tuhanmu yang manalagi yang kamu dustakan” (QS Ar Rahman).
Rasa kekeluargaan sangat terasa diantara kami, ada pepatah mengatakan
”jika kamu ingin melihat seperti
apa temanmu, maka ajaklah naik gunung”
tetapi diedit sedikit
“jika kamu ingin melihat seperti
apa temanmu, maka ajaklah bersepeda, hehe...”
Beberapa momen yang tak terlupakan
Perjalanan yang lumayan jauh sekitar 16 km dari rumah sampai tujuan. Bagi yang terbiasa bersepeda ya sangat dekatlah, tetapi bagi uti yang baru tiga kali mencoba gowes pastilah sangat jauh. Jalanan yang sedikit menanjak pastinya sangat melelahkan sekitar 20 menit pertama terlihat keringat bercucuran membasahi sweater uti, kebetulan aq berada di belakangnya.
“Ayoo uti semangat” teriak dari peserta gowes yang lain.
“Iya, sudah semangat ini” sambil nafas terengah-engah.
Tibalah pada jalan tanjakan ringan yang lumayan panjang, uti berusaha mengumpulkan tenaga yang tersisa dengan keringat mengucur deras namun dengan ketabahannya melambatlah sepedanya,...
“aq gak kuat” kata uti
“ayo ti, aq dorong” jawabku
Perlahan-lahan uti kudorong sehingga stabil kembali sepeda uti yang semula melambat. Tidak terasa teman-teman sudah mulai menjauh di depan, kukayuhlah lebih cepat sepedaku agar segera bergabung kembali dengan rombongan yang di depan. Menit-menit pertama terasa “kok lama ya gak cepat bergabung”, maka kukayuhlah lebih cepat lagi, lagi dan lagi. Lima menit pertama masih ok, stamina masih prima (sarapan pake telor). Segenap tenaga kukerahkan dari ajian sapu jagat, jaran guyang sampai ajian serimpi angin sudah kucoba tetapi apalah daya kaki tak sampai, melemahlah tubuhku dan akhirnya kuteriaki semuanya
“hei bapak ibu nyak tante....
berhenti,......berhenti ....... dulu... uti
biar istirahat dulu....”.
Setelah mendengar teriakanku berhentilah kita serombongan, ada yang duduk di teras warung, ada juga yang masih nongkrong diatas sepeda masing-masing. Sekarang giliranku dengan nafas penghabisan ajian sudah luntur, bak roti tawar disiram susu, bagai benang basah letoylah kakiku. Gemetar di lututku tidak tertahan sambil tertatih turun dari sepeda menuju peraduan tempat duduk yang hanya lima langkah terasa berat gemetaran. Wajah ceria masih kusuguhkan meski kaki sedikit melawan, dalam hati “kuatkah aku nanti sampai tujuan” mengingat masih separuh perjalanan.
Cukup 1 menit (lagunya zaskia gotik)
“Gak cukup...” lima menit berlalu hilanglah asam laktat dilututku terurai bersama keringatku.
“ayooo... gowes lagi,,...”
kataku
Sawah ladang dipenuhi padi menguning inilah sebagian negeri kita yang gemah ripah loh jinawi murah sandang dan pangan, tetapi mengapa masih banyak orang yang mengeluh tentang kesulitan hidup. Mungkin sudah kodrat kali ya, manusia Cuma kurang aja, udah cantik kurang cantik, udah jalan pingin berlari, udah pacaran kapan nikah, udah nikah kapan punya anak, udah punya anak kapan nambah lagi kok gak tanya udah nikah kapan nambah lagi ya,... bercanda ma,... peace....
Pepohonan menghijau rimbun sejuk menaungi sepanjang perjalanan kami. Sangatlah elok dan menyegarkan. Sekitar 1 jam perjalanan sampailah kita di tempat tujuan, taman bermain yang luas ditumbuhi bunga-bunga yang indah, terdapat kolam ikan yang lumayan luas, sayangnya tidak diperbolehkan masuk karena masih dalam masa pencegahan pandemi covid-19. Cukup puaslah kami berfoto bersama di halaman depan Taman Wisata Galaksi di Tempurejo.
Setelah 1 jam beristirahat sambil menikmati keindahan taman kami bersiap perjalanan pulang, kali ini uti sangat bersemangat mengambil posisi paling depan. Dengan speda selinya uti memimpin perjalanan pulang. Di tengah perjalanan sesuatu terjadi salah satu peserta bersinggungan dengan peserta lain karena kaget sehingga terjatuh, meski sakit tetapi masih bersyukur hanya lecet-lecet sedikit.
Itulah sepenggal kisah kami “gowes manjah” tunggu kisah kami selanjutnya. Da,, da,,,,








lanjutkan cerita gowes manjah kita
BalasHapushaha ikuti cerita kami selanjutnya y, cha, cha, ...
HapusMantull ceritax,,mendayu bak cakrawala senja,cihuyy😁
BalasHapusuhui, hehe seiring angin semilir
HapusMantull ceritax,,mendayu bak cakrawala senja,cihuyy😁
BalasHapus