Kenangan di traffic light

Kenangan di trafic light
Sejak perjalanan shanghai-yangzhou kami terselimuti decak kagum akan kebesaran illahi dengan melihat ciptaanNya. Lelah dan letih masih menyelimuti kami akan tetapi tidak menyurutkan semangat dan rasa keingintahuan yang kuat, pagi-pagi sekali aku amati ramainya trafict light di samping kampus yang katanya orang china sangat dekat padahal butuh waktu 15 menit jalan kaki. Jalan yang lebar, jalur tengah yang terdiri dari 4 lajur digunakan untuk bus dan mobil sedang disamping kiri dan kanan untuk jalur sepeda dan trotoar untuk pejalan kaki. Terlihat sekali perhatian pemerintah akan keselamatan warganya dengan memisahkan setiap pengguna jalan meskipun pernah sekali kami menemukan kecelakaan akan tetapi tidak begitu parah. 
 
Situasi jalan di kota yangzhou

Rambu-rambu sangat dipatuhi meskipun tidak ada petugas, bus selalu berhenti di halte, pejalan kaki dan pengguna jalan menyeberang di tempat penyeberangan, pejalan kaki dan pesepeda memperhatikan lampu penyeberangan diseberang jalan ataupun pengguna jalan lain mereka selalu menunggu lampu hijau meskipun jalan sepi, semuanya serba tertib. Sangat sedikit sekali sepeda motor, dalam kurun waktu 1,5 bulan kami di china hanya 2 kali saya menemui sepeda motor selebihnya adalah sepeda dayung dan sepeda elektrik. Setelah puas mengamati trafict light saya melanjutkan perjalanan mengelilingi kampus. Setiap 2 km kami menemukan parkiran sepeda dayung warna merah di trotoar yang terkunci rapi, kami perhatikan disana terdapat semacam pin dengan tertulis aplikasi alipay, yang dikemudian hari kami ketahui penduduk china dapat memakai sepeda tersebut dan mengembalikannya pada tempat parkir terdekat untuk 1 jam pertama gratis dan selebihnya dikenakan biaya.

  
Persiapan  jalan-jalan dan situasi parkir sepeda layanan publik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar