Hemat air untuk anak cucu
Uahhhh... ngantuk masih menyelimuti kami meskipun jam sudah menunjuk pukul 06.30, malam yang pendek dan tidur yang larut. Semua itu tak menyurutkan semangat kami, bergegas kami mandi dengan air hangat sangat menyegarkan fasilitas yang memadai dari dormitory membuat kami nyaman. Akan tetapi ini berbeda dengan dormitory penduduk china, ada beberapa tipe dormitory yang diperuntukkan penduduk china, sepengetahuan kami mahasiswa china tidak diperbolehkan memasak sendiri sehingga makan di kantin.
Suasana kantin kampus
Tidak ada pemanas air sehingga mahasiswa china butuh antri untuk mendapatkan air panas, mandi hanya satu kali pada malam hari (entah ini kebiasaan atau kebijakan) bahkan sering kali kami lihat mereka melewati dormitori kami untuk pergi mandi. Demikian juga untuk pakaian yang dikenakan, kami sering mengamati baju yang dipakai si dosen dan teman kru lainnya 2 hari baru ganti.
Semuanya serba hemat, buang air besar hanya dibersihkan memakai tisu, pernah saya berkunjung ke rumah teman china, saya melihat closet duduknya diberikan bantalan seperti busa empuk, disini terlihat sekali bahwa mereka tidak menggunakan air setelah buang air besar. teman china kami pernah bercerita tentang mengapa mereka menghemat air, mereka menghemat air untuk anak cucu mereka. Termasuk penggunaan cadangan minyak bumi, mereka berpikir disaat cadangan minyak bumi di negara lain sudah habis dan dunia membutuhkan minyak bumi yang sangat besar maka china masih memilikinya. Pemakaian listrikpun sangat hemat, Hampir di seluruh apartemen yang saya temui kondiisinya gelap gulita pada malam hari, hanya terlihat terang di dalam ruangan-ruangan tertentu saat kami berkunjung ke rumah teman china lampu pada koridor apartemennya baru menyala saat kita menyentuh saklarnya dan mati secara otomatis beberapa detik kemudian.
Suasana apartemen penduduk china


Tidak ada komentar:
Posting Komentar