Persiapan ke negeri china
(Mengurus paspor)
“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri china” ahh, ternyata bukan mimpi. Tanggal 22 maret 2016 kami para ketua kelas mendapat info dari bu elfin(staf TU yang biasa membantu para mahasiswa )beliau menginformasikan untuk segera mengirimkan email ke prof. Siusana terkait dengan persiapan studi kami ke China. Para mahasiswa dihimbau untuk segera membuat paspor. Pengurusan paspor diserahkan langsung kepada mahasiswa. kami mencari info ke kantor imigrasi terdekat, saya mengurus paspor di kabupaten jember kebetulan kantor imigrasinya dekat sehingga lebih mudah bolak-balik, karena dibutuhkan minimal dua kali bolak balik.
Datang pertama untuk pendaftaran, melengkapi berkas foto dan wawancara. Perlu diketahui teman-teman yang mau mengurus paspor bahwa data yang ada di ijazah, KTP, kartu keluarga dan buku nikah (bagi yang jomblo gak perlu, hiihii...) harus sesuai, apabila ada perbedaan satu huruf saja bakal ruwet urusannya, setelah lengkap dan tidak ada masalah kemudian foto dan wawancara . Biaya administrasi dibayarkan di bank BNI kebetulan bank tersebut yang menangani saat itu membayar Rp.355.000,- untuk paspor dan Rp 5.000,- untuk administrasi bank, sehingga total Rp.360.000,-.
Datang yang kedua kali untuk pengambilan paspor yang sudah jadi dibutuhkan jeda waktu sekitar 3 hari terhitung dari waktu pendaftaran. Sangat mudah di kabupatenku tetapi di kabupaten lain seperti malang dan surabaya tidak semudah itu karena sangat banyak yang membutuhkan sehingga perlu antri bahkan mereka rela datang jam 5 pagi untuk dapatkan jatah paspor pada hari itu (ckckck.... kapan birokrasi indonesia suip untuk rakyatnya). Ahh gak perlu protes kita generasi muda yang harus bisa perbaiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar